Ia
mengitariku beberapa kali membuatku malu, apakah dia menyukaiku, gumamku dalam
hati. Aku yang sedari tadi menyibukkan diri dengan laptop ini tak menyadari
jika ia telah lama memandangiku, Ketika ia mulai berputar aku mulai
menengadahkan kepalaku dan menyadari kehadirannya di sini. Begitu seriusnya
aku..
Ku sapa ia,
ku katakana hai untuk mengawalinya meskipun aku tak mengenalnya, kukira kata
inilah yang tepat untuk mengawali obrolan kami. Namun, berbeda denganku. Dia
memilih untuk diam saja, seolah tak mendengar ucapanku, dan masih sama hanya
menatapku saja, dengan tatapan yang tak kumengerti maksudnya. Kesal aku
dibuatnya.
Hanya saja
aku tak mengerti apa yang diinginkannya, jika ia memang ingin mengajakku bicara
kenapa saat kusapa dia diam saja. Apa dia mengagumiku, sehingga tak mampu
berbicara di depanku?uh… PDnya aku. Jika bukan karena itu, lantas apa maksudnya
bersikap ini kepadaku?Ahhhh… jangan buatku jadi salah tingkah seperti ini…
Setelah
beberapa saat ahirnya kau pergi,. Apakah ini salahku, apa dia tau jika aku tak
menyukai cara dia memandangku. Kalo sudah seperti ini aku jadi merasa bersalah.
Maafkan aku, bukan maksudku seperti itu. Aku hanya ingin tau maksud dari
pandanganmu untukku… kupu-kupu yang lugu..

