Sabtu, 07 November 2015

Pendidikan kunci perubahan




            Teknologi terus berkembang seiring waktu. Penemuan-penemuan baru yang semakin canggih pun menjadi fenomena tersendiri. Hal ini sangat tampak jelas dengan pemakaian hp dan ipad pada semua kalangan dan jenis umur. Ini berakibat pada gaya hidup konsumtif manusia yang semakin menjadi-jadi. Manusia kini lebih memilih hidup yang praktis dan pragmatis.

            Bumi adalah satu-satunya habitat manusia untuk hidup (Berlia, 2008:1). Planet kita  sudah semakin tua dan mengalami banyak kerusakan. Ini ada kaitannya dengan apa yang kini sering dibincangkan, yakni perihal global warming. Global warming sendiri merupakan dampak dari perbuatan manusia yang terlalu konsumtif terhadap alam. Pemakaian listrik yang sangat tinggi, meningkatnya pasokan pembangkit listrik, juga emisi kabon dioksida ke atmosfer yang semakin besar, sedang hutan yang notabene sebagai paru-paru dunia penetral karbon dioksida sekarang telah banyak mengalami kegundulan. Hal ini disebabkan Penebangan liar tejadi di berbagai tempat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat 2,8 juta hektar pertahun hutan di Indonesia hilang sejak tahun 2000-2005 (BNPB, 2011:4). 

            Pemanasan global atau global warming ini jika dibiarkan akan mengakibatkan mencairnya dua lapisan es raksasa Antartika dan Greenland, sehingga tejadi banjir di beberapa daerah dan kekeringan di daerah yang lain. Selain itu, akan terjadi kepunahan sejumlah besar spesies, hilangnya terumbu karang, Banyak terjadi bencana alam dan lain-lain. Karena itu segala penyebab global warming ini mendesak segera diatasi.

            Untuk menanggulangi global warming, maka dibutuhkan gerakan sadar lingkungan yaitu gaya hidup hijau. Sebuah gaya kehidupan yang peduli lingkungan serta membudidayakan kesehatan dan kealamian. Gaya hidup hijau atau Green lifestyle bisa dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya: memaksimalkan pencahyaan dari alam, mengurangi pemakaian plastik, mematikan lampu tidak terpakai, mendaur ulang barng yang tidak terpakai, mengkonsumsi makanan organik, menanam pohon di sekitar rumah dan lain-lain.

            Gaya hidup hijau sangatlah urgen dan harus dilestarikan. Namun kepedulian masyarakat terhadap lingkunagn masih sangat minim. Hal ini dibuktikan dengan hasil studi kementrian lingkungan (KLH) tahun 2012 menunjukkan bahwa indeks perilaku peduli lingkungan (IPPL) masih berkisar pada angka 0,57 (dari angka mutlak 1) berarti masyarakat masih menjalankankannya dengan setengah-setengah. 

            Melihat itu, masyarakat perlu disadarkan untuk menjaga bumi ini dengan cara peduli terhadap lingkungan karena ini adalah tanggung jawab bersama. Hal ini telah termaktub dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 pasa 65 poin 100 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, disebutkan bahwa setiap orang berhak dan berperan dalam pengelolaan lingkungan hidup.       

            Untuk memunculkan kesadaran peduli terhadap lingkungan adalah dengan pendidikan. Karena pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara (UU Sisdiknas, 2003). Pendidikan seperti ini dapat dimulai dari keluarga sebagai lingkungan pertama dalam kehidupan. Selain itu sekolah sebagai sarana pendidikan juga haruslah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap kesadaran lingkungan hidup masyarakat.

            Pada dasarnya pendidikan bisa didapatkan di mana saja, bisa dari teman, keluarga, buku, sekolah, bahkan dari pengalaman pribadi. Pendidikan bukanlah sesuatu yang sempit terbatas dengan tempat dan usia. Oleh karena itu pendidikan menjadi wahana yang paling tepat untuk mengatasi perilaku masyarakat saat ini. Didik dari sekarang, maka akan datang perubahan.

Kamis, 10 September 2015

Edisi Lelaki idaman….


Jika ditanya tentang kriteria lelaki seperti apa yang diharapkan menjadi suami anda? Ketika orang-orang menjawab dengan kata baik, kaya, tampan, rajin ibadah dll.  Jawabanku simple saja, lelaki idaman buatku adalah lelaki yang seperti “masku”. Dialah gambaran nyata tentang kritera-kriteria yang aku harapkan. Lelaki yang baik agama dan akhlaknya, enak di pandang, tanggung jawab, dermawan, menyayangi dan disayangi keluarga, itu secara umumnya. Untuk yang khusus yang tidak merokok, romantis, merasa nyaman saat bersamnya. Itulah gambaran sosok nyata pada diri masku. Hanya satu yang kurang sedikit, suara yang merdu, namun dengan sekian banyak kelebihannya, aku rasa itu lebih-lebih untuk menutupi kekurangannya… beruntungnya wanita yang akan menjadi pendampingnya kelak.. 
Mungkin kriteria seperti itu terlalu tinggi untuk orang seperti aku ini. Aku yang lebih tau akan diriku sendiri. Sekalipun aku punya kriteria yang begitu ideal untuk menjadi suami idaman, saya sadar siapa saya. Sekarang bagi saya cukup ini saja, saya nyaman lahir batin dengannya. Seperti yang saya rasakan pula ketika bersama masku. :)

Kamis, 26 Maret 2015

BUAT APA KULIAH?

         Kata2 ini kerap sekali mengalir dari mulutku,, sebagai jawaban saat orang bertanya gak kuliah? Aku tau dan mengerti bahwa sebenarnya maksud orang itu adalah ingin menanyai apakah aku tak ada jam kuliah hari ini,, kiranya seperti itu,, namun pertanyaan mereka kujawab dengan enteng “buat apa kuliah?”

          Inilah momen-momen yang paling aku suka,, saat kumelihat bagaimana expresi lawan bicara saat aku menjawab seperti itu,,,ada yang tertawa, ada yang diam, ada juga yang memberikan argumen namun paling sering kulihat adalah ekspresi kebingunag dari wajah mereka,, dan aku hanya tersenyum melihat gelagat mereka,,, maafkan aku kawan, aku tak bermaksud mengerjai kalian,, aku hanya,,,, aaahhhh sudahlah..

          Jujur, tak dapat dipungkiri kalo itu seratus persen murni niatku hanya bercanda,, namun kerap aku berpikir,, kurasa tak ada salahnya aku menanyakan itu,, agar mereka juga tau dan ingat kembali niatnya untuk kuliah,,,  bagi mereka yang tak terlalu menganggap kata-kataku,, hanya akan mencampakkannya,, namun bagi mereka pemikir,, akan menyadari betapa makna tersirat dari sepotong kalimat “buat apa kuliah?”.

         Memang kuakui kata-kata itu terlihat sedikit sombong, sok, atau apalah orang menyebutnya namun aku tak peduli anggapan mereka terhadapku.. aku harus yakini lagi,, bahwa kata2 itu tak salah sama sekali,, namun penempatannya aja yang kurang tepat,, karena itu seharusnya mejdi kalimat Tanya yang sekarang menyandang gelar kalimat penjawab.

         Buat apa kuliah? Sejatinya ini sama arti dengan “APA NIAT KALIAN KULIAH?” “kenapa kalian kuliah?” Ini mengenai dasar, asas, pokok yang tiap hari dilakukan mahasiswa. Kebayakan orang hanya melakukan aktifitasnya dan melupakan titik terpenting dalam aktifitas itu sendiri. Pertanyaan yang sebagai jawaban ini juga mengandung sindiran yang halus agar kita bisa refleksi diri,,,

           Maafkan aku ya kawan bagi kalian yang pernah mendapatkan momen itu,, maaf karena ku tak pernah menjelaskan sebelumnya,,, inilah maksudku yang sebenarnya,,, maaf udah buat kalian kebingungan..hehe

Sabtu, 21 Februari 2015

Kebersamaan kita

Bersama kalian....
Teringat dimana saat kita berjuang bersama untuk menaklukan “bahasa arab” bersama ustadz wahid tercinta… senyum, canda, tawa, air mata telah menghiasi hari-hari kita bersama…

Saat pelajaran di kelas, permainan bersama ustadz wahid, ustadz syakirin dan ustadzah inayah, nyanyi bareng bersama ustadz wahid, buat n baca puisi bersama ustadz syakirin, dengerin cerita ustadz syakirin dan ustadz wahid, tebak2an bersama ustadz…nonton bersama ustadz… debat tentang hukum islam bersama ustadz rofiq,,,
Selain aktif belajar banyak kegiatan kita yang lain guna meningkatkan kekompakan kita, rujakan bareng di taman, buka stan bakso waktu wisuda, acara syukurannya ustadz, nginep di rumah ustadz, jalan kaki bareng ke uin, nyanyi bareng dengan gitaris kita safa, ke pasar minggu bareng, buka bersama di warung kenangan assalamualaikum, syukuran ulang tahun sofyan n adnan di warung yang sama, futsal bareng, latihan untuk lomba, jalan2 ke pantai kondang merak, silaturrahmi ke rumah safa plus wisata ke telaga sarngan dan air terjunnya, jagongan di coban rondo.

Ku tahu mustahil untuk mengulang semua itu,,, itu akan menjadi kenang2an terbaik dari kalian,,, waktu bersama kalian, saat2 bersama kalian…mengenal kalian, di pertemukan di kelas pkpba itu adalah sesuatu yang sangat berharga…

Kini,.. akan susah untuk menyatukan kita semua di waktu yang sama, satu orang punya kesibukan ini,,, dan yang lain begitu,, apalagi memang kita ini sudah bisa dikatakan tua,,hehe.. Jadi, gak heran kalo tugas dan tanggung jawab pun semakin besar… tapi, sesibuk2 apapun kita, sebanyak2 apapun tugas kita, seberat2 apapun tanggung jawab kita, secapek2 apapun badan kita, semales2 apapun diri kita, tolonglah untuk tetap menjaga tali yang telah erat ini,,, setidaknya kita sempatkan sedikit waktu kita untuk sekedar bertemu dan mengeratkan tali ini kembali….

Dari kalian aku tau arti kebersamaan dan kekompakan… karena kalian duniaku :)