Sabtu, 02 April 2016

Kacamata Manusia








Setiap manusia memiliki kacamata masing-masing yaitu indera penglihatan. Dengan itu manusia dapat menikmati keindahan alam, dapat menyejukkan mata dengan kehijauan hutan, dapat membedakan warna-warna, dapat menyesuaiakan warna, dapat menikmati seni rupa dan lukis, dapat melihat film atau video, dapat melihat kecantikan seorang gadis, dapat festival tari dan pertunjukan seni, dan banyak hal lain yang gak mungkin disebutkan satu persatunya.


Selain dari berbagi hal di atas tersebut, salah satu yang sangat berpengaruh adalah manusia dengan kacamatnya dapat menilai setiap individu lain, ada juga yang dapat mengambil pelajaran dari apa yang dilihat oleh kacamata manusia namun juga ada yang merasa iri dengan apa yang dimiliki orang lain, begitulah manusia.

Apapun itu, ketajaman kacamata tidak kalah dengan ketajaman lidah.

Penilaian masyarakat salah satu hal yang sangat diperhitungkan, sehingga bersikap kepada orang lain harus ramah tamah sesuai etika yang berlaku di masyaraktnya, karena setiap masyarakat memiliki aturan etika masing-masing.

Ketika di pandangan orang diri seseorang tak tampak baik, maka akan dikucilkan, dimusuhi, dihina atau dianggap begitu selamanya, untuk merubah label baik di diri akan susah. semua ini terjadi hanya karena pandangan masyarakat.


Setiap orang hanya meniai dari apa yang mereka lihat, sehingga hal ini membuat setiap manusia memiliki dua peran yaitu protagonis dan antagonis. tidak ada dan tidak mungkin ada manusia yang semuanya menganggapnya orang baik.

Sebagai contoh orang nomer satu di suatu negara yaitu kepala pemerintahan, ada yang menggap baik ada pula yang tidak,  ilmuwan-ilmuwan terkenal pun tak semua orang menganggap baik, bahkan Nabi Agung umat Islam Nabi Muhammad  yang hampir seluruh makhluk mengaguminya pun ada yang menganggapnya buruk, yaitu orang-orang kafir. Bagi umat islam Nabi Muhammad adalah manusia yang paling baik akhlaknya namun bagi orang kafir nabi Muhammad menghancurkan tradisi nenek moyang mereka, maka mereka memusuhinya.

Ahirnya dapat disadari bahwa baik dan buruk orang hanya tergantung dari sisi mana dia melihatnya.
selalu positiv tinking dan jangan gampang menjustice orang., oke????

Rabu, 03 Februari 2016

Butterfly flying so high

                                                           

Ia mengitariku beberapa kali membuatku malu, apakah dia menyukaiku, gumamku dalam hati. Aku yang sedari tadi menyibukkan diri dengan laptop ini tak menyadari jika ia telah lama memandangiku, Ketika ia mulai berputar aku mulai menengadahkan kepalaku dan menyadari kehadirannya di sini. Begitu seriusnya aku..

Ku sapa ia, ku katakana hai untuk mengawalinya meskipun aku tak mengenalnya, kukira kata inilah yang tepat untuk mengawali obrolan kami. Namun, berbeda denganku. Dia memilih untuk diam saja, seolah tak mendengar ucapanku, dan masih sama hanya menatapku saja, dengan tatapan yang tak kumengerti maksudnya. Kesal aku dibuatnya.

Hanya saja aku tak mengerti apa yang diinginkannya, jika ia memang ingin mengajakku bicara kenapa saat kusapa dia diam saja. Apa dia mengagumiku, sehingga tak mampu berbicara di depanku?uh… PDnya aku. Jika bukan karena itu, lantas apa maksudnya bersikap ini kepadaku?Ahhhh… jangan buatku jadi salah tingkah seperti ini…

Setelah beberapa saat ahirnya kau pergi,. Apakah ini salahku, apa dia tau jika aku tak menyukai cara dia memandangku. Kalo sudah seperti ini aku jadi merasa bersalah. Maafkan aku, bukan maksudku seperti itu. Aku hanya ingin tau maksud dari pandanganmu untukku… kupu-kupu yang lugu..

Selasa, 02 Februari 2016

Sebulir Salju





Warnanya yang putih bersih tanpa noda seolah menunjukkan begitulah perangainya yang dingin lembut menyejukkan. Ia tak menipu seperti buah kedondong, tampak manis di muka namun di dalamnya terasa asamnya. Atau buah durian yang tampak berduri namun di dalamnya lembut. Begitulah adanya dia…
Melihatnya saja cukup membuatku terpana dan tak dapat berkata-kata, yang aku rasa aku sangat bahagia karna dapat menyaksikannya tersenyum padaku.

Ketika tangan ini mulai menyentuhnya, seolah seluruh jiwa turut merasa kedamaiannya hingga lupa akan waktu dan ingin terus berlama-lama bersamanya. Tak ayal banyak  orang yang terlupakan waktunya karena terlalu menikmati kebersamaannya.

Salju ini membuatku lupa bahwa aku sedang menghadapi masalah, ia mengalihkan duniaku, seolah semua hanya tertuju padanya. Ku akan berlari tertawa bersamanya menguapkan semua rasa benci di dada, membuang semua masa silam yang penuh kedendaman…
Terasa indah saat bersamanya, dan selalu ingin di dekatnya….
Andai ia ini selalu datang setiap waktu…