Berbicara tentang menulis, saya akui diri saya masih jauh dari kata bagus. Berbekal kesadaran tersebut, akhirnya saya beranikan diri untuk meminta bimbingan ketua UKM LKP2M, mas Agung namanya. Beliau yang ahli dan berpengalaman dalam dunia kepenulisan, dan sekarang menjadi wartawan salah satu media cetak ternama. Ini adalah hasil resensi buku yang pertama atas bimbingan beliau.
Peresensi : Inna
Rofi’atus Sa’adah
judul : Misteri Otak Kanan Manusia
Penulis : Daniel H. Pink
Penerbit : Think-
jogjakarta
Cetakan XXIV : 2012
Tebal : 336
Halaman
Otak Kanan Kunci Kesuksesan
Berbicara
mengenai perilaku menusia maka tidak lepas kaitannya dengan otak karena otaklah
yang mendasari perangai manusia. Segala perlakuan dan perbuatan manusia adalah
impuls dari otak. Dr. Louan Bizzandine menjelaskan dalam bukunya “female Brain”
otak membentuk cara kita melihat, mendengar, membau, dan mengecap.
Otak
menjadi bagian vital dalam diri manusia karena begitu kompleksnya manfaat dan
fungsinya bagi tubuh kita. Sebagai sistem saraf pusat otak yang menjalankan
seluruh kegiatan yang dilakukan dari diri manusia, baik berupa gerakan sadar
atau gerakan tidak sadarnya. Gerakan sadar adalah gerakan oleh anggota tubuh
bagian luar diantaranya gerakan tangan, kaki, kepala dan sebagainya. Yang bisa
juga disebut gerakan luar. Sedangkan gerakan tidak sadar atau gerakan luar
adalah gerakan oleh anggota tubuh bagian dalam seperti lambung, jantung,
paru-paru, ginjal dan sebagainya.
Otak
manusia terbagi menjadi dua belahan. Belahan sebelah kiri adalah berurutan,
logis dan analitis. Belahan otak sebelah kanan adalah non linier, intuitif dan
holistik. Manusia cenderung menggunakan belahan otak kiri dalam hidupnya karena
mereka meyakini bahwa kesuksesan akan diraih jika manusia sangat cakap otak
kirinya. Permasalahnnya kini para pengguna otak kananpun kurang percaya diri
dalam menghadapi persaingan.
Daniel
H. Pink mempunyai pemikiran lain yang dipaparkan dalam buku ini. Menurutnya
dunia ini pada waktu yang akan datang akan dipimpin oleh orang-orang yang
utamanya menggunakan otak kanan. Dia menggambarkan kehidupan dunia ini dalam tiga
babak. Babak pertama era industry, pabrik-pabrik besar dan proses perakitan
bagian-bagian mesin memperkuat perekonomian. Manusia lebih mengutamakan
penggunaan kekuatan fisik dan keuletan pribadi. Babak kedua era informasi, pada
zaman ini informasi dan pengetahuan menjadi bahan bakar bagi perekonomian di
dunia maju. Tokoh sentral dalam babak ini adalah pengguna L-Directed
Thinking (pemikiran otak kiri). Sekarang daya dorong dari kelimpahan,
kemajuan teknologi dan globalisasi terangkat pada babak ketiga. Sebutlah babak
ini dengan babak konseptual. Kemampuan khas dari manusia pada babak ini adalah
penguasaan atas R-Directed Thinking (pemikiran otak kanan).
Buku
ini mencoba menjawab tantangan zaman akan kebutuhannya yang harus dipenuhi
manusia. Teknologi tinggi tidak lagi cukup sehingga perlu melengkapi kemampuan
teknologi tinggi kita yang sangat maju ini dengan kemampuan yang merupakan high
concept dan high touch. High concept mencakup kemampuan untuk
menciptakan keindahan yang artistik dan emosional, medeteksi pola dan peluang,
dan menggabungkan ide yang tampaknya tak berhubungan ke dalam ide baru. High
touch mecakup kemampuan untuk memberikan simpati, memahami seluk-beluk
interaksi manusia, mendapatkan kesenangan bagi diri dan orang lain, dan
melewati kehidupan sehari-hari dalam mencapai tujuan.
Sekarang
jika manusia memang menginginkan sesuatu yang baru dan yang berbeda maka itulah
yang dicari. Pengguna otak kiri tidak perlu berkecil hati karena mereka masih
mampu untuk menghidupkan otak kanan dalam dirinya. Pengguna otak kananpun tidak
perlu minder lagi, justru itulah yang akan menjadi syarat kesuksesan di masa
depan. Pemilihan pemfungsian otak memang tergantung masing-masing individu.
Sesunggunya antara keduanya saling melengkapi dan dapat menghasilakan kehidupan
yang memuaskan dengan sebuah masyarakat yang produktif dan adil.
Atas pandangannya yang mampu menyadarkan
pembaca tentang pentingnya otak kanan dalam kehidupan. Patutlah untuk diberikan
apresiasi yang besar terhadap karya Daniel H. Pink ini. Diharapkan buku ini
tidak hanya memberikan pemahaman baru bagi pembacanya namun juga bisa merubah mindset
pembacanya dalam penggunaan otak.
29 Oktober 2013 (19:49)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar